Situs milik Reuters baru saja dihack oleh seorang hacker yang loyal pada pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad. Dan, hacker tersebut pun menampilkan sebuah artikel tentang wawancara palsu dengan pasukan pemberontak Suriah yang mengaku akan segera melakukan penarikan pasukan. Reuters pun telah mengkonfirmasi aksi pembajakan tersebut dalam akun Twitternya. Selain itu, Reuters juga mengatakan bahwa hacker juga memosting berita palsu mengenai kabar bahwa para pemberontak memiliki sebuah senjata kimia.
Reuters Dihack, Tampilkan Artikel Wawancara Palsu dengan Pemberontak Suriah
Sabtu, 17 November 2012
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar