Kemandirian pangan kunci menjadi negara maju

Rabu, 14 November 2012

Malang (ANTARA News) - Kemandirian pangan untuk memenuhi konsumsi nasional menjadi salah satu faktor sangat penting untuk melangkah menjadi negara maju, karena itu pemerintah bertekad bekerja keras untuk mencapai itu dengan menjadikan pangan sebagai fokus utama pekerjaan pemerintah. "Kemandirian pangan menjadi salah satu kunci untuk menjadi negara maju, karena itu pemerintah akan bekerja "habis-habisan" untuk menggapai surplus pangan 10 jutat ton,"kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara pengukuhan dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina Kontak Tani Andalan Nasional (KTNA) di Pendopo Kabupaten Malang Jawa Timur, Rabu. Dia mengatakan sebagai ujung tombak utama untuk mencapai kemandirian pangan yakni para petani dan nelayan, maka pemerintah berkewajiban mendorong dan melindungi petani agar mereka dapat mensejahterakan kehidupan keluarganya. "Masalah kemandirian pangan bukan hanya masalah penyediaan pangan dan harganya saja tetapi juga bagaimana pemerintah mampu mensejahterakan petani dan keluarganya. Kita harus memproteksi petani misalnya dengan memberikan berbagai subsidi,"kata Hatta. Sementara itu mengenai ancaman adanya konflik lahan antara petani dengan perusahaan besar, Hatta mengatakan pemerintah daerah harus mampu sedini mungkin mengantisipasi agar konflik lahan itu tidak terjadi. Hatta menegaskan perusahaan besar tidak boleh masuk ke daerah jika mereka tidak memberikan "rahmat" bagi masyarakat sekitarnya termasuk petani. Jangan sampai masyarakat atau petani kehilangan akses kehidupan dengan masuknya perusahaan besar. "Jangan biarkan petani kehilangan akses air, akses laut, akses tanah, mereka harus mendapat perlindungan dan perusahaan besar yang masuk harus dapat membawa kesejehateraan kepada para petani dan masyarakat sekitarnya,"kata Hatta. Hatta menambahkan ada beberapa komoditi pangan yang menjadi perhatian utama pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan. Diantaranya komoditi beras, gula, jagung, kedelai, sapi, dan ikan. (B008)

0 komentar:

Posting Komentar