Dibanding perusahaan-perusahaan besar, Usaha Kecil Menengah (UKM) berada pada kondisi yang berbahaya. UKM mengalami lebih banyak serangan malware. Ironisnya, kesadaran mereka untuk melindungi diri dari malware juga masih tergolong rendah dibanding perusahaan besar. Sebuah survei yang dilakukan oleh Global IT Security Risk yang disponsori Kaspersky Lab menemukan fakta bahwa UKM umumnya lebih rentan terhadap virus, worm, spyware, dan program berbahaya lainnya. Hasil survei tersebut juga memperlihatkan bahwa sebanyak 63% perusahaan kecil dan 60% perusahaan menengah pernah menghadapi masalah malware dalam jaringan mereka selama 12 bulan terakhir. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang lebih besar, cenderung lebih menderita karena ancaman lain, seperti kegiatan mata-mata perusahaan, phishing, dan serangan DDoS. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa UKM masih memiliki kelemahan dalam mengimplementasikan langkah-langkah keamanan TI. Sebanyak 19% perusahaan kecil dan 15% perusahaan menengah setuju bahwa mereka bertindak reaktif, mereka baru fokus pada keamanan TI setelah terjadi masalah. Dari seluruh UKM hanya kurang dari 25% yang menilai diri mereka sangat proaktif. Di sisi lain, perusahaan besar memiliki tingkat kesadaran dan kompetensi keamanan TI yang lebih tinggi. Sekitar 50% dari perusahaan besar hanya menggunakan solusi keamanan berlisensi, sementara 70% responden dari perusahaan kecil dan 58% perusahaan menengah percaya produk tanpa lisensi (open source) juga bisa memberikan perlindungan yang dibutuhkan. Dari sini jelas bahwa UKM berada dalam bahaya karena masih lemahnya sistem keamanan TI mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar