1. MUQODDIMAH Penulis sengaja mencantumkan ayat di atas, sebagai landasan untuk mengembangkan pemikiran, setelah beredarnya keputusan bahwa Majelis Nahdlotul Ulama yang dimuat di Republika tanggal 9 Agustus 2002 tentang seorang koruptor meninggal haram hukumnya apabila disholati banyak pertanyaan yang disampaikan para jama’ah. Penulis secara moral setuju dengan keputusan tersebut karena kondisi bangsa saat ini terutama para pemimpin birokrat yang terlibat kasus korupsi sudah amat sangat keterlaluan. Indonesia sebagai negara yang mencapai ranking/peringkat pertama di negara-negara Asia dalam prestasi korupsinya yaitu mencapai stadium III. Konon di beberapa media tulis korupsi stadium III dapat di jelaskan, bahwa apabila seseorang Menteri korupsi, Menteri tersebut di korup oleh Dirjen, dan Dirjen di korup oleh para setiap bawahannya yang seatap. Atau apabila seorang gubernur korupsi, maka akan dikorup oleh Wagub-nya demikian juga wagub dikorupsi akan di korup oleh para Asistennya. Demikian gambaran bangsa Indonesia. Apabila di tingkat Kecamatan, maka mulai dari Camat korup, akan di korup oleh Sekwilcam, Sekwilcam di korup oleh para stafnya. 2. PENGERTIAN-PENGERTIAN Agar tidak terjadi kesalahfahaman terhadap istilah dalan kajian ini , perlulah penulis jelaskan mengenai beberapa pengertian : a. Korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk kekayaan pribadi, merugikan kepentingan Umum & Negara. 1 b. Korupsi adalah setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri.atau orang lain atau suatu korporasi yanh dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. Di pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 ( 200 juta) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (1 milyar rupiah)2 c. Dalam hukum Islam korupsi masih masalah Ijtihadiyah, belum menjadi kesepakat sebagian besar ulama, karena masalah korupsi terakumulasi berbagai bentuk maksiat antara lain : 1) Melanggar amanat (salah satu ciri munafik) 2) Mencuri (bila mencapai nishab / batas minimal 93,6 gram emas ) terkena sangsi potongan tangan, jika saat ini harga emas / gram adalah Rp. 80.000. maka nishabnya adalah seharga Rp. 7.4.888,00 3) Perampokan karena terdapat unsur perampasan haknya seseorang dengan menggunakan kekuasaan / kewenangan, terkena hukum potong tangan dan kaki sebatas pergelangan secara bersilangan. 4) Penggelapan. 5) Penyuapan. 6) Kecerobohan dalam Administrasi / Menegemen. 7) Pemerasan. 8) Penipuan 9) Pengkhianatan. Dari beberapa pengertian di atas, korupsi adalah perbuatan yang merugikan Negara / Umum untuk kepentingan pribadi. Bisa dilakukan dalam bentuk penyelewengan jabatan, wewenang ataupun memberikan laporan palsu tidak sesuai dengan kenyataan. Pada koruptor terdapat sifat negatif yang menonjol yaitu: Ketamakan, Ketidakjujuran, Perasaan tega melihat orang lain menderita. Dari ketiga sifat inilah berkembang menjadi penipu, pemerasan, suap, penggelapan dan pengkhianatan. 3. BENTUK-BENTUK KORUPSI Perbuatan korupsi, penulis sengaja membagi dua bagian sehingga lebih jelas duduk permasalahannya, selanjutnya memudahkan untuk menentukan jenis hukumannya. a. Korupsi Dengan Mempergunakan Kekuasaan. Korupsi dengan mempergunakan kekuasaan, pada umumnya dilakukan oleh para pemegang kekuasaan, yaitu Jabatan-jabatan Kepala, Komandan, Pimpinan. Tindakan korupsi dilakukan oleh pemegang kekuasaan secara otoriter dengan memanfaatkan kelemaha badan kontrol yang status pangkat dan jabatannya berada jauh di bawahnya. Sehingga unsur bawahanya tidak berkutik karena takut digeser pangkat dan jabatanya atau dipersulit kehidupannya ( hak, kesejahteraanmaupun kewajibannya) misalnya : 1) Pengalokasian dana tidak sesuai sasaran. Dana alat tulis kantor untuk membeli ban mobil pribadi / di bagi-bagi. 2) Dana untuk kesejahteraan personil di ambil sendiri (pribadi). 3) Dana untuk pengadaan fasilitas kantor disalurkan untuk pesta / pribadi. 4) Dana untuk pembangunan di ambil untuk kepentingan pribadi atau kelompok. 5) dan lain sebagainnya. Dalam kasus diatas koruptor yang menggunakan kekuasaan tersebut tidak jauh bedanya dengan perampok terhadap bawahanya, selanjutnya terhadap atasanya dia berkhianat. b. Korupsi Tidak Dengan Kekuasaan. Korupsi ini pada umumnya di lakukan oleh unsur bawahan dengan bentuk 1) Pemalsuaan nota belanja, habis 1 juta di laporkan 2 juta. 2) Pengambilan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi (kertas, spidol, tinta) 3) Mempergunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Mobil dinas untuk bisnis pribadi,mengangkut barang dagangan, di sewakan untuk angkut kayu. Korupsi pada tingkat ini, cendrung sebagai prilaku pencuri (tanpa mempergunakan kekuatan & kekuasaan) c. Korupsi Gabungan Antara Mempergunakan Kekuasaan dan Menyalahgunakan Wewenang Jabatan. Misalnya : 1) Seorang hakim yang menerima suap, untuk membebaskan tersangka . 2) Seorang Polisi Laut, yang menangkap kayu selundupan kemudian di suap untuk membebaskan kayu tersebut. 3) Agar dapat terpilih menjadi Gubernur dia melakukan penyuapan. 4) Para Pendeta di Prancis menjual belikan surat pengampunan dosa. Dari uraian diatas, semakin jelas bahwa titik beratnya adalah penyalahgunaan wewenang melalui proses tawar-menawar. 4. HUKUM KORUPTOR. Dibagian depan telah diuraikan tindak korupsi yang dilakukan dengan alat kekuasaan maupun bukan , maka sangsi hukumnya juga disesuaikan dengan latar belakang tersebut . Dengan kekuatan apa dia melakukan korupsi tersebut. a. Dianalogikan dengan perampokan , yaitu korupsi dilakukan dengan kekuatan dan kekuasaan dan yang telah dikorupsi telah mencapai satu nishab / batas minimal maka dikenakan dengan hukum potong tangan secara bersilangan sebatas pergelangan tangan. ( Nishabnya seberat emas 93,6 gram, tahun 2011 emas 1 gram seharga Rp.400.000,00 maka nishabnya = Rp. 38.520.000,00). Apabila akibat perbuatan tersebut menyebabkan korbannya meninggal dunia dia dapat dikenakan hukuman mati, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Maaidah ayat 33, إِنَّمَا جَزَاؤُا الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي اْلأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُواْ أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْتُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلاَفٍ أَوْ يُنفَوْا مِنَ اْلأَرْضِ ذَالِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي اْلأَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ artinya:” “ Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan RosulNya dan membuat kerusakan di muka bumi , bagi pembunuh hendaknya dibunuh, bagi perampok yang membunuh korbannya hendaknya disalibkan , bagi perampok yang hanya merampas harta korbannya maka hukum mannya dipotong tangan dan kakinya secara bersilangan sebatas pergelangannya “. b. Dianalogikan dengan pencurian, maka hukumnya adalah potong tangan sebatas pergelangan apabila telah mencapai satu nishab ( 93,6 gram emas). 5. HUKUM MUNAFIK Munafik sering diistilahkan orang yang bermuka dua atau ular kepala dua. Adapun arti istilah adalh seseorang berprilaku antar ucapan dan gerak hati berbeda/ bertentangan . Misalnya seseorang mengatakan beriman padahal hatinya menghina /mencibirkan terhadap aspek-aspek keimanan teresebut. Rosulullah pernah bersabda mengenai tanda-tanda orang munafik tersebut, yaitu ; ” Tanda-tanda orang munafik ada tiga yaitu apabila berkata dia berdusta, apabila dia benjanji dia mwengingkari, apabila dia diper- caya dia berkhianat “.( HR. Bukhary Muslim ) Pada diri koruptor secara sempurna terdapat ciri-ciri di atas khusus masalah amanah . Pada zaman Rosulullah seseorang yang menggelapkan rampasan perang tidak boleh disholati , lebih-lebih seorang munafik dalam Al Qur-an surat Attaubah ayat 84, jelas-jelas haram disholati, dido’akan, yaitu: وَلاَتُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلاَتَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ ” Dan janganlah kamu sekali-kali menyolatkan jenasah seseorang mati di antara mereka ( munafik) dan janganlah berdo’ah dikubur- nya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RosulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik”. 6. PENUTUP setelah mencermati kasus koruptor diatas, maka wajarlah apabila seorang koruptor apabila mati, haram disholati, karena dapat dianalogikan seorang yang munafik . Lebih-lebih jika kita amati secara moral bangsa Indonesia yang sudah terpuruk disegala bidang seperti saat ini masih banyak para pejabat birokrat masih dengan tegah hati dan nekad melakukan korupsi secara besar-besaran sampai mencapai milyar dam triliyun. Penulis menyaksikan dengan perasaan penuh keheranan mengapa di bumi Pancasila ini masih banyak manusia berhati batu. Marilah kita semua memohon ke hadirat Allah semoga kita dan anak cucu turun kita diberikan kekuatan lahir dan batin agar mampu berbuat yang terbaik untuk agama bangsa dan negara. Amiin.
HUKUMAN BAGI KORUPTOR MENURUT ISLAM
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.52
0
komentar
KEISTIMEWAAN HARI JUM'AT
Saudariku, kabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal. Hari itu adalah hari jum’at. Saudariku, hari jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam artian, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari jum’at kecuali yang disyari’atkan. Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut. Keutamaan Hari Jum’at 1. Hari paling utama di dunia Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain: Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya. Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga. Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi. Hari akan terjadinya kiamat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim) 2. Hari bagi kaum muslimin Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a. Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah) 3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad) 4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim) Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat: a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim) Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan. b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud) Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau mengatakn bahwa, “Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadits-hadits mengenainya.” 5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari) Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at 1. Memperbanyak shalawat Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih) 2. Membaca surat Al Kahfi Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani) 3. Memperbanyak do’a (HR Abu Daud poin 4b.) 4. Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki) Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian. Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at. Diam mendengarkan khatib berkhutbah. Memakai pakaian yang terbaik. Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar. Saudariku, setelah membaca artikel tersebut semoga kita bisa mendapat manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.50
0
komentar
AMALAN RASULULLAH DI 10 HARI AKHIR RAMADHAN
“Adalah Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari-Muslim) Hikmah di balik meningkatnya volume ibadah nabi saw itu adalah karena sepuluh hari yang terakhir ini merupakan penutup bagi bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannya atau akhirnya. Berikut ini adalah amal-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di sepuluh hari yang terakhir : Pertama, menghidupkan malam. Menghidupkan malan di sini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya atau kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar darinya. Aisyah ra berkata: “Tidak pernah aku melihat beliau (Nabi SAW) melakukan ibadah pada malam hari hingga pagi harinya dan berpuasa selama satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim) Kedua, Membangunkan keluarganya. Amalan kedua ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk mengerjakan shalat sunnah pada malam-malam sepuluh hari yang terakhir. Padahal, hal demikian tidak beliau lakukan di malam-malam yang lain. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib: ia berkata: “Rasulullah SAW membangunkan keluarganya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Turmudzi) Ketiga, “mengencangkan ikat pinggang”. Maksudnya, beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya. Diriwayatkan bahwa beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sampai rampungnya bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas disebutkan bahwa beliau melipat ranjangnya dan menjauhkan diri dari menggauli istri. Namun, jika diri Anda sedang ‘bergejolak’ tentunya lebih baik Anda menunaikan ‘hajat’ terlebih dahulu, barulah Anda kembali fokus dalam menghidupkan malam-malam di sepuluh hari yang terakhir ini. Keempat, mandi antara Maghrib dan Isya. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: “Di bulan Ramadhan, Rasulullah biasanya tidur dan bangun malam, namun jika telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang, menjauhi istri-istrinya, dan mandi di waktu antara Magrib dan Isya.” Hikmah yang bisa dipetik dari amalan ini adaah untuk menghadirkan kesegaran dan kebugaran pada tubuh sehingga kuat dalam memburu malam demi malam untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu malam, Lailatul Qadar. Amalan kelima bisa dilakukan, kecuali oleh Anda yang memiliki rekam jejak penyakit tulang dan persendian seperti encok, rematik, dan sebagainya. Kelima, Iktikaf. Aisyah berkata: “Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim) Tujuan nabi melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir ialah untuk menghentikan berbagai rutinitas kesibukannya, mengosongkan pikiran, mengasingkan diri demi bermunajat kepada Allah, berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk kita bisa melakukan 5 amalan yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam mengisi sepuluh hari yang terakhir di bulan suci ini. Wallahu A`alam bis Shawaab.
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.49
0
komentar
17 TANDA-TANDA KEMATIAN DALAM KEADAAN BAIK
Alamat mati dalam Husnulkhathimah (keadaan baik): 1.. Sempat mengucap dua kalimah syahadah. 2.. Berpeluh didahi. Sabda Rasulullah:”Bahwa matinya seseorang mukmin itu dengan keluarnya peluh didahi”, Riwayat oleh Ahamd dan Termidzi. 3.. Mati pada malam atau hari Jumaat. Sabda Rasulullah “Tidak seorang muslim pun yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” 4.. Mati di medan perang karena membela agama Allah. 5.. Bagi orang yang mati syahid ada 6 kelebihan: i) Akan diampuni dengan serta merta dosanya serta diperlihatkan tempat duduknya disyurga (kecuali mereka yang masih ada urusan hutang). ii) Diselamatkan dari seksa kubur. iii) Aman dari ketakutan yang teramat besar dan dahsyat. iv) Diperhiasi dengan iman. v) Dikahwinkan dengan bidadari (semiskin – miskin ialah 49 bidadari). vi) Dapat memberi syafaat kepada 70 orang keluarganya. Riwayat oleh Termizi, Ahamd dan Ibnu Majah. 6.. Mati karena melahirkan anak. 7.. Mati karena taun, Sabda Rasulullah, “taun itu satu kematian syahid bagi setiap mukmin”. (Hendaklah ia sabar dan redha menganggungnya). Riwayat oleh Muslim. 8.. Mati akibat sakit perut maka ia mati syahid, sabda Rasulullah. Dan barang siapa mati karena sakit perut maka ia mati syahid”. Riwayat oleh Muslim. 9.. Mati tengelam dan tertimbus oleh bangunan. 10.. Mati terbakar. Riwayat Tabrani. 11.. Mati dalam nifas. Riwayat At Tabrani. 12.. Mati kerana sakit TB. Sabda Rasulullullah, “orang yang mati karena menanggung penyakit kurus kering ia mati syahid.” Riwayat Tabrani. 13.. Mati akibat luka perang di jalan Allah. Sabda Rasulullah :”Barangsiapa yang luka karena perang di jalan Allah itu mati, maka berarti ia syahid, atau kena pijak oleh unta atau kudanya atau ia mati ditempat tidurnya (setelah berperang itu) dengan sebab apa – apa pun yang dikehendaki oleh Allah, maka sesungguhnya ia adalah mati syahid dan akan masuk syurga”. Riwayat Daud. 14.. Mati mempertahankan harta. Riwayat Bokhari. 15.. Mati karena mempertahankan diri. Sabda Rasulullah “Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darahnya (dirinya) maka ianya mati syahid.” Riwayat Abu Daud. 16.. Mati dalam bersiap – siap untuk berperang dijalan Allah. 17.. Mati ketika sedang beramal soleh seperti sedang menuntut ilmu(ilmu yang dibolehkan oleh Islam) dimasjid atau sedang berdakwah.. Berkata Abu Laith, “Barangsiapa yang ingin selamat dari seksa kubur maka haruslah ia melazimi 4 perkara dan meninggalkan 4 perkara: 1.. Menjaga sembahyang 5 waktu. 2.. Banyak bersedekah. 3.. Banyak membaca Al Quran. 4.. Banyak bertasbih. Dan hendaklah ia meninggalkan: 1.. Meninggalkan dusta. 2.. Meninggalkan sifat khianat. 3.. Meninggalkan sifat mengadu – domba. 4.. Mejaga Kencing. Sumber:Ryushare
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.48
0
komentar
TIPS ISLAM:TIPS SUPAYA SHALAT KITA KHUSYU
Bagi sobat pembaca yang selalu merasakan keindahan Shalat,pasti hati kita akan tenang dan juga akan tenang dalam menghadapi Masalah. tapi kalo sobat pembaca yang belum pernah merasakan keindahan Shalat & belum pernah mersa tenang menghadapi masalah,tenang Sob,saya punya Tips-Tips pada Sobat Pembaca yaitu TIPS SUPAYA SHALAT KITA KHUSYU ,gak perlu banyak bicara,saya akan memberikan Tipsnya sekarang juga(tips diambil dari beberapa sumber,ada juga Tips dari saya pribadi): TIPS SUPAYA SHALAT KITA KHUSYU : 1.Ketika adzan terdengar,kita langsung ambil air Wudhu,jangan dinanti-nantiin Shalatnya,itu salah satu penyebab Shalat kita gak Khusyu... 2.Laksanakan Wudhu dengan tenang,mungkin bener kalo Wudhu cepet2 jadi bagus,tapi percuma kalo Wudhu kita cepet,tapi tatib,rukun atau syarat dalam Wudhunya gak terpenuhi karena kecepatan Wudhu kita tersebut,itu juga salah satu Faktor Shalat kita gak Khusyu (kalo saya Wudhu cepet2,kadang saya berpikir gini:"apa Wudhu saya sah tau gak???soalnya saya tadi Wudhunya cepet)mungkin sama sobat pembaca juga pernah mersakan hal yang sama kaya saya. 3.Jangan memikirkan hal apapun,apalagi utang(pikiran kita bakalan buyar kalo mikirin utang,wkwkwkwk),tenangkan Pikiran Sobat pembaca,konsentrasi dalam Shalatnya,supaya Shalat kita Khusyu,jangan mikirn utang terus,nanti juga bakalan Lunas,wkwkwkwk....XD 4.matanya jangan melihat ke kiri atau ke kanan,liat aja tempat sujud,supaya hati kita tenang dan damai. Tips terakhir.Buang dulu semua yang ada dalam Raga kita,seperti kotoran-kotoran yang ada dalam kemaluan kita,(seperti kencing atau buang air besar),supaya tidak merasakan hal seperti itu dalam Shalat nantinya,sebelum melaksanakan Shalat,buang terlebih dahulu kotoran-kotoran tersebut semuanya alias Full,supaya Shalat kita Khusyu ya.... Sekian Tips dari saya,sebenarnya sich masih banyak Tipsnya,cuman saya ambil yang Kontekstual aja(yang sering dilakukan oleh kita sehari-hari dalam Shalat),semoga Tips dari saya ini bermanfaat,dan menjadikan kita Khusyu dalam Shalat.... Aamiin.... Wassalammualaikum....
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.48
0
komentar
SEJARAH TURUNNYA AL-QUR'AN
Di bulan suci Ramadhan, seperti biasa setiap malamnya saya melaksanakan shalat tarawih di mesjid Al-Ikhlas yang berada tidak jauh dari rumah. Malam itu, ustadz yang mengisi kultum di mesjid tersebut menceritakan tentang asal mula turunnya Al Quran. Posting berikut ini adalah sedikit resume yang saya buat setelah mendapatkan kultum dari Ustadz tersebut. Al Quran diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran terdiri dari 30 Juz, 6666 ayat, 114 surah dan diturunkan setahap demi setahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Al Quran diturunkan kepada nabi Muhammad dengan tiga cara, yaitu pertama malaikat Jibril turun dalam wujud manusianya dan membacakan ayat-ayat Al Quran kepada nabi Muhammad, kemudian beliau mengikutinya. Kedua, adalah Al Quran turun tanpa perantara malaikat Jibril, sehingga tiba-tiba saja ayat-ayat Al Quran tersebut muncul dalam pikiran nabi Muhammad dan yang ketiga adalah Al Quran turun dengan didahului terdengarnya suara gemerincing lonceng yang sangat kuat. Cara terakhir adalah cara yang dirasa nabi Muhammad sangat berat saat menerima wahyu Allah SWT. Al Quran yang telah diturunkan ini kemudian diajarkan kepada keluarga dan sahabat-sahabat nabi terlebih dahulu sebelum akhirnya disyiarkan secara terang-terangan kepada masyarakat luas. Pada awalnya Al Quran ini hanya dituliskan pada media seadanya saja seperti kulit unta, tulang binatang dan lain-lain, mengingat pada zaman itu belum ditemukan manfaat kertas sebagai media untuk menuliskan Al Quran. Pada zaman nabi Muhammad, Al Quran tidak diperbolehkan untuk ditulis, melainkan hanya dihafalkan saja di luar kepala baik oleh nabi Muhammad maupun sahabat-sahabatnya. Sementara itu, untuk menjaga kemurnian Al Quran, setiap malam di bulan Ramadhan malaikat Jibril turun ke bumi dan membacakan ayat-ayat Al Quran tersebut dan nabi Muhammad mendengarkannya dengan seksama. Nabi Muhammad sendiri melarang penulisan Al Quran ini dalam media apapun dalam satu kesatuan. Setelah nabi Muhammad meninggal dunia, tongkat kepemimpinan Islam diberikan kepada kalifah Abu Bakar As syidiq. Pada masa kepemimpinan Abu Bakar ini, orang-orang Islam yang tipis imannya mulai banyak yang meninggalkan Islam. Mereka meninggalkan semua perintah-perintah Allah seperti shalat, puasa dan zakat. Selain itu, bermunculan pula nabi-nabi palsu yaitu orang-orang yang mengaku sebagai penerus nabi Muhammad. Bayangkan saja, ternyata sejak ratusan tahun yang lalu sudah banyak bermunculan nabi-nabi palsu ke dunia ini. Maka tentu bukan suatu hal yang mengherankan jika sampai posting ini ditulispun masih saja ada orang-orang yang mengaku dirinya adalah nabi. Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim ini saja ada banyak kasus kemunculan nabi palsu. Di antaranya Ahmad Mussadeq, Lia Eden dan lain-lain. Kasus terbaru dan masih hangat adalah masalah aliran Ahmadiyah yang menganggap bahwa Ahmad Mirza adalah nabi penerus nabi Muhammad. Padahal Ahmad Mirza adalah nabi yang diangkat oleh ratu Inggris atas jasa-jasanya memimpin sebagian umat muslim Pakistan untuk berperang melawan muslim-muslim yang memberontak kepada kerajaan Inggris yang saat itu menjajah Pakistan. Ratu Inggris kemudian menyatakan bahwa Ahmad Mirza adalah “Nabi baru” umat Islam yang cinta perdamaian. <---- Tulisan yang dicetak miring adalah tambahan dari penulis sendiri dan bukan merupakan bagian dari kultum. Kembali lagi ke zaman Kalifah Abu Bakar, dengan munculnya nabi-nabi palsu ini, maka Kalifah Abu Bakar kemudian memerintahkan para sahabat untuk memerangi nabi-nabi palsu dan umat Islam yang tipis imannya itu. Sayangnya, banyak sahabat nabi yang hafal Al Quran dalam rangka menegakkan agama Islam kemudian berguguran satu demi satu. Melihat hal ini, kemudian Umar bin Khatab menyarankan kepada Kalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dan menuliskannya menjadi satu kitab saja. Awalnya, ide ini ditentang oleh Kalifah Abu Bakar, karena menurut beliau nabi Muhammad sendiri yang melarang penulisan ayat-ayat Al Quran tersebut, namun setelah melalui perdebatan panjang dan demi menegakkan agama Islam, akhirnya Kalifah Abu Bakar pun mengalah. Setelah itu, dibentuklah panitia pengumpulan dan penulisan Al Quran tersebut. Ayat-ayat Al Quran itu kemudian dikumpulkan dan ditulis ulang oleh Zaid bin Tsabit. Pada masa Kalifah Umar bin Khatab, kitab Al Quran hanya berjumlah lima buah dan disimpan di lima tempat yang berbeda antara lain, Mekkah, Basrah, Madinah, dan disimpan oleh Kalifah Umar sendiri. Pada era kepemimpinan Utsman bin Affan, beliau berhasil menaklukkan Syria yang terlebih dahulu sudah mengenal kertas sebagai media untuk menulis. “Teknologi baru“ ini kemudian dimanfaatkan untuk memperbanyak kitab Al Quran. Akibatnya, sekarang semua orang dapat membaca, mengkaji dan memperdalam Al Quran dimanapun dan kapanpun juga. Bahkan, pada zaman sekarang Al Quran diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dengan tentu saja tetap menuliskan ayat-ayat asli Al Quran yang masih berbahasa Arab, sehingga kemurnian Al Quran Insya Allah masih terjaga kemurniannya bahkan sampai sekarang sekalipun. Terjemahan yang ada dalam Al Quran ini semata-mata hanya untuk mempermudah umat Islam untuk mempelajari Al Quran.
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.48
0
komentar
10 GANGGUAN SYAITAN DALAM SHALAT
1)WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'. Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram. 2)TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku" - (HR. Muslim) 3)LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam" - (HR Bukhari dan Muslim) 4)HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat" - (HR Bukhari) 5)TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, iaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya". Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah. Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu" - (HR Bukhari dan Muslim) 6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar. - (HR Tirmidzi) 7)MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba". - (HR Bukhari) 8)MENGUAP DAN MENGANTUK Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin" - (HR Thabrani). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya" - (HR Bukhari dan Muslim) 9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan" - (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara". 10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya" - (HR Muslim) Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.
Diposting oleh
Welcome to my blog
di
08.47
0
komentar